Selamat Datang!!! Terima Kasih Atas Kunjungannya!!!

Penerimaan Anggota 2010

Penerimaan lagi?? Hmm begitulah. Seperti biasanya SBH selalu mengadakan penerimaan agar pengkaderan tetap berjalan. Kegiatan yang satu ini cukup menarik juga. Klik aja gambarnya!!!

Penerimaan Anggota 2011

Pramuka dan wisata?? Yah begitulah tema penereimaan kali ini. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari 1 malam ini memang sedikit berbeda dari biasanya. Mau tau seperti apa ? Klik aja gambarnya gan....

Jambore Eksekutif Bahteramas

Dilihat dari namanya aja pasti udah bisa tebak kan?? Perkemahan yang satu ini memang agak beda, karena perkemahan ini hampir seperti reuni untuk mengenang masa dulu. Klik aja gambarnya!!!

Husada Rally 2009

Yuk kita rally?? Eitss jangan salah rally yang satu ini beda loh!! Rally ini adalah lomba kesehatan yang bentuk kegiatannya dalah lintas alam. Penasaran ??? Langsung aja cekitdot!!!

Anggota SBH Kota Kendari

Narsis lagi!!! Ya ampun emang tidak capek yah habis kegiatan selama semalaman?? Bangun pagi bukannya cuci muka malah foto-foto. Mau lihat anggota lainnya?? Klik aja Gan!!!

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Mei 2012

PENANGANAN GIGITAN ULAR

PEMAHAMAN DASAR TENTANG ULAR

Dari 110 jens ular yang dapat ditemukan di Jawa, hanya 30 jenis yang berbisa mematikan. 18 jenis merupakan ular laut dan 12 jenis sisanya merupakan ular darat. Jadi kemungkinan bertemu dengan ular darat yang berbisa mematikan adalah sebesar 13% (Satrio, 1996).
Bagi anggota pramuka yang seringkali melakukan kegiatan kepramukaan diluar ruangan seperti kemah dan lintas alam, akan sangat penting untuk sedikit memahami mengenai masalah gigitan ular. Hal ini karena di alam terbuka siapa saja rawan terhadap gigitan ular. Yang harus dimiliki oleh setiap anggota pramuka adalah pemahaman tentang ular, Pertolongan pertama pada gigitan ular, sampai pada upaya kegawatdaruratan terhadap orang terkena gigitan ular.
Ular biasa tinggal di daerah yang sama dengan warna kulitnya, terkecuali ular yang hidup di air. Tempat tinggal ular selalu berpindah-pindah tergantung dari jenis makanan yang mudah diperoleh dan tidak diganggu oleh musuhnya. Setiap jenis ular mempunyai tempat tinggal yang berbeda-beda tergantung dari factor di atas. Namun pada umumnya ular selalu tinggal di daerah yang lembab, dan semak-semak yang dekat dengan air yang tenang.
Ular termasuk hewan yang dilindungi. Meski demkikian kita tetap harus mewaspadai gigitannya. Pada dasarnya ular-ular tersebut tidak menjadikan manusia sebagai terget gigitannya. Ular akan menggigit apabila merasa diganggu. Ada juga jenis ular yang tidak akan menggigit bila kita pegang, yaitu jenis ular yang berbisa selain kobra. Sebagai anggota pramuka sangat perlu mengenal jenis-jenis ular sehingga akan mudah mengatasi gangguan-gangguan dari ular. Tapi kita harus menganggap bahwa semua ular berbisa, dengan tujuan agar kita tetap waspada dan berhati-hati bila bertemu dengan ular.
Di seluruh dunia dikenal lebih dari 2000 spesies ular, namun yg berbisa hanya sekitar 250 spesies. Berdasarkan morfologi gigi taringnya, ular dapat diklasifikasikan ke dalam 4 famili utama,yaitu :
  1. Famili Elapidae : ular weling,ular welang,ular sendok,ular anang dan ular cabai 
  2. Famili Crotalidae/Viperidae : ular tanah,ular hijau dan ular bandotan puspo
  3. Famili Hydrophidae : ular laut 
  4. Famili Colubridae : ular pohon 
Berdasarkan jenis / susunan gigi, ular dibedakan menjadi 4 kelompok :
  1. Aglypha
  2. Kelompok ular yang tidak mempunyai gigi bisa dan kelenjar bisa, gigi padat, mencakup familia Thyphlopydae, Aniliidae, Xenopeltidae, Achrocordidae, Boidae.
  3. Ophisthoglypha
  4. Kelompok ular yang memiliki gigi bisa beralur, gigi bisa terletak pada bagian belakang rahang atas, sifat bisa lemah dan tidak mematikan. Terdapat pada sebagian famili Colubridae.
  5. Proteroglypha
  6. Kelompok ular yang mempunyai taring bisa di rahang atas bagian depan, taring bisa pendek kaku dan beralur. Bisa (venom) bersifat neurotoksin terdapat pada familia Hidropiidae (semua ular laut) dan familia Elapidae (kobra, king kobra, welang, weling, ular cabai)
  7. Solenoglypha
  8. Kelompok ular yang mempunyai taring bisa yang panjang di rahang atas bagian depan dan dapat dilipat kebelakang sejajar dengan rahang apabila tidak digunakan.Venom bersifat Hemotoksin. Terdapat pada familia Viperidae dan Crotalidae /pit viper (Bandotan puspo, Bandotan bedor, Tunobamban, bndotan kayu).
Snake Bite atau gigitan ular merupakan sesuatu yang sangat perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan hampir sebagian besar ular memiliki bisa yang yang sangat berbahaya. Bisa tersebut merupakan kandungan protein yang keluar pada taring ular. Bisa ular yang berbahaya bagi kesehatan secara umum dibagi menjadi 4 golongan yaitu  :
  1. Sitotoksin (merusak jaringan lokal di tempat gigitan),
  2. Hemotoksin (menyebabkan perdarahan dalam),
  3. yaitu jenis racun yang menyerang sistem sirkulasi darah dalam tubuh, terdapat pula enzim pemecah protein (proteolytic). Akibatnya sel-sel darah akan rusak dan penggumpalan darah akan terjadi. Reaksi racun sangat cepat seiring dengan pembengkakan di daerah sekitar luka gigitan, beberapa menit saja korban akan merasakan sakit yang dan terasa panas yang luar biasa. Hal ini tidak seperti jenis racun neurotoksin yang tidak terasa sakit sama sekali. Contoh jenis ular yang memiliki racun hemotoksin adalah jenis crotalidae dan viperidae. Ular hijau,ular tanah dan golongan Viperidae memiliki racun hematotoksik yg menyebabkan perdarahan spontan dan kerusakan dinding pembuluh darah.Ular welang,ular sendok,ular kobra,ular laut juga memiliki racun hematotoksik.
  4. Neurotoksin (mempengaruhi sistem saraf),
  5. yaitu jenis racun yang menyerang sistem saraf. Racun jenis ini melumpuhkan sistem pernafasan dan merusak otak korbannya yang menyebabkan kematian. Jenis racun ini tidak menimbulkan rasa sakit pada gigitannya sehingga seringkali korban tidak mengetahui bahwa telah tergigit. Pengaruh Neurotoxin adalah menimbulkan rasa kecapean, ngantuk, tertidur untuk tidak terbangun lagi. Contoh jenis ular yang memiliki racun neurotoksin adalah jenis elapidae seperti ular Welang dan ular Weling. Namun khusus jenis ular Kobra selain memiliki racun neurotoksin juga memikiki racun hemotoksin.
  6. Kardiotoksin (menyerang jantung).
  7. Merusak fungsi jantung, sehingga jantung tidak dapat menyebarkan O2 yang penting bagi metabolisme sel.
Perbedaan gejala pada tipe bisa neurotoxin dan hemotoxin

Neurotoksin Hemotoksin
Gejala Ringan Pening, muntah, 1-2 jam luka patukan akan membengkak pada welang dan weling tidak terasa sakit.Pusing, mual, muntah, kadang-kadang diare, bkas patukan terasa panas dan sakit, pembengkakan terjadi selama 30menit-1jam.
Gejala Berat Timbul rasa kantuk yang hebat, demam, menurunnya kesadaran, nafas terengah-engah, sulit menggerakkan anggota badan, sult menelan, anak mta membesar, keloak mata tertutupLuka patukan menjadi tambah besar, timbul rasa haus yang hebat, timbul pendarahan pada gusi luka patukan, jika mengeluaarkan ludah terdapat bercak-bercak darah yang menggumpal.


PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN ULAR
Hal yang harus diperhatikan apabila tergigit ular, jangan melakukan tindakan penanganan yang berlebihan. Hal ini karena terkadang bisa ular tersebut tidak membawa kematian, tetapi karena pertolongan pertama yang salah korban tersebut bisa meninggal karena infeksi berat. Demikian pula, jika penanganan efek gigitan ular berbisa tinggi dilakukan dengan lambat dan salah, maka dapat menyebabkan dampak yang fatal bagi korban.
Penting untuk diketahui bahwa efek gigitan racun ular ke tubuh manusia selain ditentukan oleh kadar bisa/racun itu sendiri juga dipengaruhi dari daya tahan tubuh manusia yang digigit. Karena itu upaya awal yang perlu dilakukan adalah :
  1. Tenangkan korban dan amankan posisi agar penolong dan korban tidak terancam bahaya lainnya.
  2. Cuci bagian yg tergigit dengan air mengalir Cuci bekas gigitan. untuk menghindari infeksi. Karena terkadang infeksi yang ditimbulkan lebih berbahaya daripada efek bisa itu sendiri. Cuci mata jika terkena semuburan bisa. Beberapa spesies ular kobra yang hidup di Asia dan Afrika mampu menyemburkan bisa mematikan tanpa harus menggigit korbannya. Jika semburan ini mengenai mata atau lapisan mukosa tipis lainnya, segera cuci dengan air bersih.
  3. Yang paling penting kita harus tau ciri" ular yang menggigit korban. sebab bisa fatal apabila salah pemberian antibisa.
  4. Bila diketahui ular tersebut berbisa, beri parutan jahe + garam pada luka tersebut. Lalu balut luka tersebut dengan kain yang rapat
  5. Segara bawa ke dokter atau puskemas terdekat. Serum antibisa ular bisa didapatkan di Puskesmas atau tempat praktik dokter terdekat. Jika dalam perjalanan korban muntah-muntah, tempatkan dalam posisi duduk atau berbaring untuk memastikan muntahannya tidak menyumbat saluran napas. Meski sebagian besar racun ular beraksi lambat, sebaiknya jangan ditunda karena beberapa orang punya alergi racun ular yang membuatnya makin rentan terhadap kemungkinan terburuk. Gejala keracunan akan tampak dalam selang waktu sekitar 2 jam setelah terpatuk. Korban sebaiknya dibawa ke Rumah Sakit tidak lebih dari 8 jam.
KEGAWATDARURATAN GIGITAN ULAR
  1. Jangan panik!!! Karena kepanikan korban justru bisa mempercepat peredaran bisa.
  2. Amankan posisi. Penolong dan korban juga harus diamankan terutama dari bahaya lain seperti gigitan ular itu “lagi”, lokasi yang curam, dll. Jika diri sendiri yang tergigit, ambil posisi yang aman, jauhi ular.
  3. Immobilisasi pasien dan lakukan pembalutan elastis di atas luka gigitan untuk menghentikan dan memperlambat laju bisa menuju ke jantung. Balut luka dengan kain. Ikat bagian tubuh di atas luka dengan kain atau tali, tetapi jangan terlalu kuat. Ikatan yang terlalu kuat dapat menyebabkan aliran darah terhambat dan akibatnya dapat menyebabakan nekrosis (kematian) jaringan. Longgarkan ikatan tiap 10-15 menit untuk menjaga sirkulasi darah. Namun untuk gigitan ular derik tidak perlu diikat seperti itu karena racun atau bisanya sangat kuat, risiko kerusakan jaringan pada lokasi gigitan justru akan meningkat ketika diikat.
  4. Tenangkan korban, jangan banyak melakukan gerakan.
  5. Kenali ular yang menggigit. Ingat perbedaan berbisa rendah dan berbisa tinggi, dan yang utama :
    • jika luka gigitan terdapat 2 titik yang nyata, berarti berbisa tinggi
    • jika luka gigitan berbentuk huruf U dengan jumlah koyak berarti tidak berbisa
    Jika tidak dapat mengenali jenis ular, anggap ular itu berbisa tinggi. Segera lakukan tindakan pertolongan pertama, yaitu lepaskan pembalut elastis, cuci luka denga air dan sabun atau pembersih luka (revanol), beri obat antiseptik, jika perlu tutup luka dengan kain kasa atau biarkan tetap terbuka agar cepat kering.
Untuk penanganan ular berbisa menengah:
  1. Lepaskan pembalut
  2. Cuci luka dengan pembersiih luka yang ada (revanol)
  3. Beri antiseptik
  4. Jika perlu tutup luka dengan kasa atau biarkan tetap terbuka
  5. Usahakan korban beristirahat sebentar
  6. Beri makanan atau minuman berkalori dan berprotein tinggi
  7. Beri vitamin tambahan
Penanganan gigitan ular tidak berbisa 
Bila tergigit ular jenis raksasa seperti ular phyton yang mengakibatkan pendarahan terbuka dan luka sobek
  1. Lepaskan pembalut
  2. posisikan bagian luka di batas dari posisi jantung untuk mencegah pendarahan
  3. hentikan pendarahan dengan melakukan prosedur penanganan perdarahan terbuka atau dapat pula denga teknik torniquet
  4. istirahatkan dan tenangkan korban
  5. upayakan untuk evakuasi ke RS dengan tetap memperhatikan perdarahan agar tidak terbuka lagi
  6. berikan makanan atau minuman yang berkalori dan berprotein tinggi
  7. beri vitamin tambahan
Bila tergigit ular yang berbisa tinggi
  1. posisikan bagian yang terluka lebih rendah dari posisi jantung
  2. ikat diatas luka hingga berkerut, setiap 10 menit kendurkan 1 menit
  3. buat luka baru dengan kedalaman sekitar 1 cm dengan pisau,cutter ( streil atau tidak tergantung situasi) irisan luka baru jangan horizontal tapi vertikal.
  4. keluarkan darah sebanyak mungkin,dengan cara mengurut ke arah luka baru
  5. proses itu dilakukan berulang hingga darah berwarna merah kehitaman dan berbuiah keluar semua dan bverganti dengan darah dengan darah berwarana merah segar
  6. evakuasi korban
TIPS SAAT PERKEMAHAN
  1. Wasapadai daerah yang dicurigai sebagai tempat tinggal ular seperti tempat yang lembab, dan semak-semak yang dekat dengan air yang tenang.
  2. Bila bertemu ular usahakan tenang dan jangan banyak bergerak yang dapat menggetarkan tanah di sekitarnya, atau cabang kayu bila kita memanjat pohon.
  3. Ular sangat peka dengan bau minyak tanah atau bensin (usahakan daerah perkemahan diberi bebauan tersebut).
  4. Ular sangat takut dengan binatang yang berkuku tajam (kucing, musang).
  5. Selalu membawa jahe bila sewaktu-waktu melakukan tindakan pertolongan pertama.
  6. Bila berjalan di malam hari, usahakan membawa lentera atau penerangan lainnya, terutama pada bulan purnama karena pada waktu itu ular biasanya keluar untuk mencari jodoh.
Baca Juga :
  1. http://bakti-husada.blogspot.com/2012/05/pertolongan-pertama-gigitan-ular.html
  2. http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/10/kandungan-kimia-pada-racun-ular.html
  3. http://www.satwaunik.com/informasi-umum/tips-p3k-karena-gigitan-ular-berbisa/
  4. http://www.tnol.co.id/id/community/tips-n-tricks/9293-ciri-gigitan-ular-berbisa-dan-penanganannya.html
  5. http://richmountain.wordpress.com/fauna/ular-welang/
  6. http://sites.google.com/site/mediadakwahelektronik/features
  7. http://sispalaoasissmk.blogspot.com/2011/08/dunia-ular.html
  8. http://mertanus.wordpress.com/2011/09/20/ular-takut-garam-gak-sih/
  9. http://www.facebook.com/note.php?note_id=120757581296586
  10. http://blokdokterramzispb.blogspot.com/2012/02/langkah-langkah-menangani-orang-digigit.html 

Sabtu, 12 Mei 2012

BAHAYA PERALATAN, KEMASAN, DAN PEMBUNGKUS MAKANAN

Makanan merupakan bahan yang amat penting bagi kita terutama bagi tubuh kita. Tentu saja dalam menyajikan makan yang hendak kita makan haruslah terbebas dari kontaminasi bakteri, kuman, atau serangga penyebab penyakit. Karena hal tersbut tentu saja sangat penting dalam mempenagruhi kesehatan kita. Tapi ternyata kehigienisan suatu makanan saja tidak cukup untuk menjamin kesehatan itu. Hal ini sangat terkait erat dengan kemasan makanan yang  merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi.

Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi ternyata tidak semua bahan-bahan tersebut tidak aman bagi makanan yang dikemasnya.

STYROFOAM

Styrofoam ditemukan pada tahun 1839, secara tidak sengaja oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman. Styrofoam terbuat dari plastik yang disebut polystyrene. Polystyrene adalah plastik berbasis minyak bumi dibuat dari monomer stirena. Styrene digunakan secara luas dalam pembuatan plastik, karet, dan resin. Nama styrofoam sebenarnya adalah nama dagang dari produk busa polystyrene. Polystyrene merupakan bahan ringan, karena sekitar 95% terdiri dari udara.


Styrofoam merupakan insulansi yang baik, sehingga styrofoam banyak digunakan karena mampu menjaga makanan/minuman tetap dalam kondisi panas/dingin. Bahan tersebut juga tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, lebih aman, serta ringan. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

Bahan ini harus dihindari, karena bisa mengkontaminasikan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan, terutama bila dipanaskan dalam microwave. Styrine ini berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain berbahaya untuk kesehatan otak, juga mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan Endocrine Disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

Selain itu, ternyata dalam memproduksi polystyrene memerlukan bantuan chlorofluorocarbons (CFC), bahan kimia yang memecah ozon di troposfer.Beberapa Polistiren kini diproduksi dengan HCFC-22, yang dikalim kurang merusak dibanding CFC-11 dan CFC-12. Meski demikian HCFC-22 masihlah merupakan gas rumah kaca dan dapat merusak lapisan ozon. Bahkan, menurut sebuah penelitian tahun 1992 oleh Institut Energi dan Penelitian Lingkungan, HCFC diyakini tiga sampai lima kali lebih merusak lapisan ozon dari sebelumnya (Study Finds CFC Alternatives More Damaging Than Believed," The Washington Post, December 10, 1989).

KERTAS

Kertas juga sering digunakan oleh penjual makanan terutama gorengan sebagai pembungkus makanan yang dijualnnya. Terutama adalah penjual kacang rebus atau kacang goreng yang sering berjualan dipinggri jalan, yang biasa digunakan adalah kertas koran. Padahal kertas pembungkus yang kontak langsung dengan makanan haruslah kertas yang khusus untuk membungkus makanan, bukan kertas bekas yang tentu saja rawan kontaminasi bahan-bahan berbahaya.

Pembungkus yang  tidak didesain khusus untuk makanan sehingga mengandung zat berbahaya seperti timbal, karbon, dan lain sebagainya. Timbal dapat mudah berpindah ke makanan jika terkena minyak dan panas yang mampu menyebabkan pucat, kelumpuhan. Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan.

Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal ke makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.


Kertas yang lain yang juga berhaya bagi kesehatan adalah kertas tisu. Kita sering kali menggunakannya untuk mengambil atau membungkus makanan, misalnya : gorengan, untuk menghindari tangan kotor atau menyerap minyak yang berlebihan pada makanan tersebut. Menurut Sapto Nugroho Hadi, dari Departemen Biokimia IPB, zat kimia yang terkandung dalam kertas tisu disebut pemutih klor, yang memang ditambahkan dalam pembuatan kertas tisu agar terlihat lebih putih dan bersih. Zat ini dapat bermigrasi ke makanan dan bersifat karsinogenik (pemicu kanker).

KANTONG KRESEK

Kantong kresek terutama yang hitam ternyata kalau terkena panas, zat pewarna hitamnya bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan terutama dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker. Kebiasaan seperti ini sering kita lihat pada saat seseorang membeli bakso. Kebanyakan penjual bakso saat ini langsung membungkus jualannya dengan kantong kresek hitam yang tentu saja berbahaya karena masih dalam keadaan panas.

  1. Kantong plastik kresek berwarna terutama  hitam   kebanyakan  merupakan produk daur ulang yang sering digunakan untuk mewadahi makanan.
  2. Dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak  diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat,  dll.
  3. Dalam proses tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan. Jangan menggunakan kantong plastik kresek daur ulang   tersebut untuk mewadahi langsung makanan siap santap.

PERALATAN MAKAN BERBAHAN MELAMIN

Badan POM telah mengeluarkan  PERINGATAN/PUBLIC WARNING TENTANG PERALATAN MAKAN “MELAMIN” NOMOR: KH.00.01.1.23.2258 TANGGAL 1 JUNI 2009. Dari hasil pengujian, Bahan melamin untuk pembuatan barang rumah tangga seperti piring, gelas, mangkuk, mug, cetok, sendok, garpu, dan sebagainya ternyata tidak semuanya aman bagi kesehatan kita karena dapat memicu kanker. Terlebih bila digunakan untuk mewadahi makanan yang berair atau berasa asam.

Meski harganya murah, bentuknya beraneka ragam, ringan dan tahan banting tetap diharapkan bagi masyarakat untuk lebih selektif dan waspada dalam membeli perangkat rumah tangga termasuk produk yang dijual di hipermarket, supermarket dan minimarket walaupun ritel tersebut termasuk modern serta melakukan pengawasan ketat terhadap barang dagangannya. Jangan hanya melihat bentuk dan coraknya saja yang menarik, tapi kita harus lebih berhati-hati dalam hal kesehatan.

Berdasarkan uji klinis terdapat sebagian merek produk melamine di Indonesia yang mengandung racun formaldehid atau formalin. Racun tersebut adalah merupakan hasil polimerisasi yang tidak sempurna sehingga menghasilkan residu formaldehid yang menempel pada barang-barang tersebut. Apabila residu itu ikut nimbrung masuk ke dalam perut badan kita melalui makanan dan minuman, maka bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti kanker dan penyakit lain yang sangat berbahaya.

Harian Kompas Senin, 1 Juni 2009 | 12:54 WIB, telah memberitakan bahwa pihak BPOM RI, telah menguji 62 sampel peralatan makan melamin di laboratorium. Hasilnya 30 sampel positif melepaskan formalin. Sampel peralatan makan melamin yang melepaskan formalin antara lain gelas dengan tulisan di bagian bawahnya VGS 4-05A Melamine Ware, dan Sayota Melamin Ware. Sendok bertuliskan Made in china No 2117, Melamine Ware Ads 7007, Zak Design china 04287, Piring bertuliskan Mei Shing Melamin 109, garpu Huafeng No 204, sebut Kepala BPOM RI, Husniah Rubiani Thamrin Akib.

Sendok sayur dengan tulisan IM 508, mangkok merek Sayota Melamine VGS 1-83 dan merek Mei Shing Melamine 110581, dan Melamine Ware T109, juga melepaskan formalin saat digunakan, imbuh dia. Ketua Yayasan Lembaga konsumen Indonesia, Huzna Zahir, bahan dasar melamin adalah formalin. Bila diproses produksi tidak bagus, produk tersebut akan melepas formalin. “Sebenarnya sudah ada standar produksi perangkat berbahan melamin yang aman digunakan untuk tempat makan, food grade istilahnya,” kata dia.

Baca juga :
  1. 7 Hal yang Sangat Berbahaya Dalam Keseharian
  2. Suspicious of Styrofoam?
  3. Polystyrene Foam Report
  4. 7 kode plastik yang aman dan tidak aman untuk di gunakanl
  5. Bungkus Makanan Dengan Food Grade
  6. DAMPAK PENGGUNAAN BAHAN PLASTIK SEBAGAI KEMASAN MAKANAN
  7. Zat Berbahaya Bagi Kesehatan Terkandung dalam Kemasan Pembungkus Makanan Dan Minuman
  8. Peringatan Kantong Kresek dari Badan POM RI
  9. Kantong Kresek Bahaya Bagi Kesehatan
  10. Ternyata Tissue Berbahaya Untuk Kesehatan!!
  11. 7 Benda Berbahaya dalam Kehidupan Sehari-Hari !
  12. Peralatan Makan Melamin Berbahaya; Jadi, Harus Dibuang?
  13. BPOM Temukan Peralatan Berbahan Melamin yang Berbahaya
  14. PERINGATAN PUBLIK / PUBLIC WARNING TENTANG KANTONG PLASTIK “KRESEK” Nomor: KH.00.02.1.55.2890 Tanggal : 14 Juli 2009
  15. PERINGATAN/PUBLIC WARNING TENTANG PERALATAN MAKAN “MELAMIN” NOMOR: KH.00.01.1.23.2258 TANGGAL 1 JUNI 2009

Rabu, 21 Maret 2012

Fungsi Serat

Dahulu serat digunakan sebagai indeks dalam menilai kualitas makanan, makin tinggi kandungan serat dalam makanan maka nilai gizi makanan tersebut dipandang semakin buruk. Akan tetapi pada dasawarsa terakhir ini, para ahli sepakat bahwa serat merupakan komponen penyusun diet manusia yang sangat penting. Tanpa adanya serat, mengakibatkan terjadinya konstipasi (susah buang air besar), haemorrhoid (ambeyen), divertikulosis, kanker pada usus besar, appendicitis, diabetes penyakit jantung koroner dan obesitas.

Selasa, 20 Maret 2012

Waspadai Serangan Tomcat!!

Masyarakat Indonesia kini dikejutkan lagi dengan adanya serangan tomcat. Lalu apa itu tomcat ??? Sudah banyak isu yang beredar mengenai tomcat tersebut. Serangga ini memang berbahaya namun sampai saat ini belum bisa dikatakan mematikan. Meski ada yang mengatakan bahwa toksin atau racun serangga ini memiliki konsentrasi yang 12 kali lebih kuat dari bisa kobra namun ternyata tidak mematikan. Meski demikian yang harus dijaga adalah jangan sampai toksin tersebut masuk dan menyebar ke pembuluh darah. Karena pada dasarnya tomcat hanya menyerang pada bagian kulit saja.

Rabu, 25 Mei 2011

Lelaki ! Waspada Penyakit Gout

Salam Pramuka !!!


Sebagian mungkin belum pernah mengenal nama penyakit ini, yaitu Penyakit Gout. Gout ini sering dikaitkan sebagai penyakit lelaki karena jarang sekali terjadi pada wanita. Jika ada pun, kemungkinan berlaku hanyalah selepas wanita mengalami menopaus. Jadi bagi anda kaum lelaki waspadalah !!!!

Jumat, 01 April 2011

Dampak Melakukan Onani dan Masturbasi

Onani merupakan salah satu perilaku seksual yang sering dilakukan bila seseorang tidak mampu menahan dorongan seksualnya. Karena kurangnya informasi, ada banyak mitos salah yang beredar mengenai onani dan masturbasi. Salah satunya menyebutkan bahwa perilaku seksual ini menyebabkan kemandulan.


Onani atau masturbasi adalah kebiasaan buruk yang hampir semua orang pernah melakukannya terutama laki-2 [cowok]. Onani biasanya