Selamat Datang!!! Terima Kasih Atas Kunjungannya!!!

Jumat, 18 Mei 2012

SKK PHBS DI TEMPAT KERJA



TUJUAN SKK PHBS DI TEMPAT KERJA

Untuk mencapai Tanda Kecakapan Khusus (TKK) PHBS di Tempat Kerja, maka ditetapkan syarat kecakapan khusus untuk Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega sebagai berikut :
  1. Pramuka Siaga (7 – 10 Tahun)
    1. Memahami pengertian PHBS di Tempat Kerja.
    2. Memahami manfaat PHBS di Tempat Kerja.
    3. Dapat melaksanakan PHBS di Tempat Kerja
  2. Pramuka Penggalang (11 – 15 Tahun)
    1. Mampu menerapkan semua SKK PHBS di Tempat Kerja seperti
      pada Pramuka Siaga.
    2. Mengerti syarat Tempat Kerja Ber-PHBS.
    3. Mampu mengingatkan keluarga dan teman sebaya untuk
      melaksanakan PHBS di Tempat Kerja.
  3. Pramuka Penegak (16 – 20 Tahun)
    1. Mampu menerapkan semua SKK PHBS di Tempat Kerja seperti
      pada Pramuka Penggalang.
    2. Mampu memahami materi PHBS di Tempat Kerja.
    3. Mampu mengajak keluarga dan teman sebaya untuk
      melaksanakan PHBS di Tempat Kerja.
  4. Pramuka Pandega (21 – 25 Tahun)
    1. Mampu menerapkan semua SKK PHBS di Tempat Kerja seperti
      pada Pramuka Penegak.
    2. Mampu membina PHBS di Tempat Kerja bagi lingkungan
      keluarga, teman sebaya dan masyarakat.
    3. Mampu memberikan penyuluhan PHBS di Tempat Kerja dengan
      menggunakan metode dan media yang sesuai.


MATERI SKK PHBS DI TEMPAT KERJA

Bekerja dengan tubuh dan lingkungan sehat merupakan hal yang diinginkan dan menjadi hak asasi setiap pekerja. Oleh karena itu menjadi kewajiban semua pihak untuk ikut memelihara, menjaga dan mempertahankan kesehatan pekerja agar tetap sehat dan produktif dengan menerapkan PHBS di Tempat Kerja.
Pramuka sebagai kader bangsa dan kader pembaharu di bidang kesehatan perlu mengerti dan memahami materi, metode dan teknik melaksanakan PHBS di Tempat Kerja. Melalui upaya pemberdayaan Pramuka sebagai teladan dan penggerak penerapan PHBS di Tempat Kerja diharapkan para pekerja mau dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan yang dihadapi.

  1. Pengertian PHBS di Tempat Kerja
    1. Tempat Kerja adalah kondisi lingkungan tempat kerja yang meliputi kondisi fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikososial yang mempengaruhi pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya.
    2. PHBS di Tempat Kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan Tempat Kerja Sehat.
    3. PHBS di Tempat Kerja yang perlu diterapkan dan dipromosikan oleh Pramuka adalah yang berada dekat dengan rumah mereka atau yang mudah dijangkau mereka seperti pabrik, perkantoran misalnya kelurahan, kecamatan.

  2. Manfaat melaksanakan PHBS di Tempat Kerja
    1. Pramuka, keluarga, teman sebaya dan masyarakat di Tempat Kerja menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit.
    2. Lingkungan di sekitar tempat kerja menjadi lebih bersih, indah dan sehat.

  3. Syarat Tempat Kerja Ber-PHBS
    Tempat Kerja Ber-PHBS adalah tempat kerja yang memenuhi 8 syarat Tempat Kerja Ber-PHBS, yaitu :
    1. Mengkonsumsi makanan bergizi.
      Alasan mengkonsumsi makanan bergizi dari kantin di tempat kerja :
      • Makanan dan minuman yang dijual cukup bergizi, terjamin kebersihannya, terbebas dari zat-zat berbahaya dan terlindung dari serangga dan tikus.
      • Makanan yang bergizi akan meningkatkan kesehatan dan bekerja  menjadi lebih optimal.
      • Tersedianya air bersih yang mengalir dan sabun untuk mencuci tangan dan peralatan makan.
      • Tersedianya tempat sampah yang tertutup dan saluran pembuangan air kotor.
      • Adanya pengawasan secara teratur oleh pengelola tempat keja.

    2. Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
      1. Pengertian aktivitas fisik
        Melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.
      2. Lamanya melakukan aktivitas fisik
        • Aktivitas fisik dilakukan secara teratur paling sedikit 30 menit dalam sehari, sehingga, dapat menyehatkan jantung, paruparu serta alat tubuh lainnya.
        • Jika lebih banyak waktu yang digunakan untuk beraktivitas fisik maka manfaat yang diperoleh juga lebih banyak.
        • Jika kegiatan ini dilakukan setiap hari secara teratur maka dalam waktu 3 bulan ke depan akan terasa hasilnya.

      3. Manfaat aktivitas fisik
        • Terhindar dari penyakit jantung, Stroke, Osteoporosis, Kanker, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan lain-lain.
        • Berat badan terkendali.
        • Otot lebih lentur dan tulang lebih kuat.
        • Bentuk tubuh menjadi ideal dan proporsional.
        • Lebih percaya diri.
        • Lebih bertenaga dan bugar.
        • Keadaan kesehatan menjadi lebih baik.

      4. Melakukan aktivitas fisik dengan benar
        • Lakukan secara bertahap hingga mencapai 30 menit. Jika belum terbiasa dapat dimulai dengan beberapa menit setiap hari dan ditingkatkan secara bertahap.
        • Lakukan aktivitas fisik sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.
        • Awali aktivitas fisik dengan pemanasan dan peregangan.
        • Lakukan gerakan ringan dan secara perlahan ditingkatkan sampai sedang.
        • Jika sudah terbiasa dengan aktivitas tersebut, frekuensi dan intensitasnya dapat ditingkatkan.
      5. 3 macam aktivitas fisik yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan kesehatan tubuh, sesuai sifatnya yaitu :
        • Ketahanan (endurance)
          Aktivitas fisik yang bersifat untuk ketahanan, dapat membantu jantung, paru, otot dan sistem sirkulasi darah tetap sehat dan membuat kita lebih bertenaga. Contoh beberapa kegiatan yang dapat dipilih seperti: berjalan kaki, lari ringan, berenang,
          senam, bermain tenis dan berkebun.
        • Kelenturan (flexibility)
          Aktivitas fisik yang bersifat untuk kelenturan dapat membantu pergerakan lebih mudah, mempertahankan otot tubuh tetap lemas (lentur) dan sendi berfungsi dengan baik. Contoh beberapa kegiatan yang dapat dipilih seperti: peregangan tangan dan kaki, Senam Taichi, Senam Yoga, mencuci pakaian, mencuci mobil dan mengepel lantai.
        • Kekuatan (strength)
          Aktivitas fisik yang bersifat untuk kekuatan dapat membantu kerja otot tubuh dalam menahan sesuatu beban yang diterima, tulang tetap kuat, dan mempertahankan bentuk tubuh serta membantu meningkatkan pencegahan terhadap penyakit seperti Osteoporosis. Contoh beberapa kegiatan yang dapat dipilih seperti: push-up, naik turun tangga, angkat berat/beban, membawa belanjaan serta mengikuti kelas senam terstruktur dan terukur.
      6. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan
        aktivitas fisik:
        • Melakukan aktivitas fisik langsung setelah makan.
        • Berhenti tiba-tiba, hendaknya tetap berjalan pelan atau berdiri, kecuali merasa pusing atau sesak nafas.
        • Menahan nafas sewaktu melakukan aktivitas fisik.
        • Beraktivitas fisik di saat terik matahari.
        • Lakukanlah aktivitas fisik yang praktis dan disukai.
        • Mulailah beraktivitas fisik sejak usia muda hingga usia lanjut dan setiap hari.

    3. Tidak merokok di Tempat Kerja.
      1. Alasan tidak boleh merokok di Tempat Kerja
        Tempat kerja penuh dengan pegawai dan pengunjung, mulai dari bayi sampai usia lanjut, akan terpapar asap rokok yang berbahaya untuk kesehatannya. Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar dan CO. Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusak jantung dan aliran darah.Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan Kanker. CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati.
      2. Yang diharapkan tidak merokok di Tempat Kerja
        Seluruh orang yang sedang berada di tempat kerja.
      3. Akibat Merokok
        • Menyebabkan kerontokan rambut.
        • Gangguan pada mata, seperti katarak.
        • Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan perokok.
        • Menyebabkan penyakit paru-paru, jantung dan Kanker.
        • Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.
        • Tulang lebih mudah patah.

      4. Perokok Aktif dan Perokok Pasif
        • Perokok Aktif adalah orang yang merokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu cuma 1 batang dalam seharĂ­. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok cuma sekedar menghembuskan asap walau tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.
        • Perokok Pasif adalah orang yang bukan perokok tapi menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok.

    4. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun.
      1. Alasan harus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
        • Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit.
        • Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun, kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
      2. Saat harus mencuci tangan
        • Setiap kali tangan kita kotor (setelah memegang binatang, memegang uang, berkebun dan lain-lain).
        • Setelah buang air besar.
        • Sebelum memegang makanan.
      3. Manfaat mencuci tangan
        • Membunuh kumah penyakit yang ada di tangan.
        • Mencegah penularan penyakit seperti Diare, Disentri, Kolera, Typhus, kecacingan, penyakit kulit, Flu Burung atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
        • Tangan menjadi bersih dan penampilan lebih menarik.
      4. Cara mencuci tangan yang benar
        • Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun
        • Bersihkan telapak, punggung tangan dan pergelangan tangan lengan, gosok bila perlu
        • Bersihkan juga sela-sela jari dan lipatan buku jari
        • Setelah itu keringkan dengan lap bersih.

    5. Menggunakan air bersih.
      1. Alasan harus menggunakan air bersih
        Air yang kita pergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian dan sebagainya haruslah air bersih, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit.
      2. Syarat-syarat air bersih
        Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indera (dapat dilihat, dirasa, dicium dan diraba) kita, antara lain :
        • Air tidak berwarna harus bening/jernih.
        • Air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya.
        • Air tidak berasa, tidak berasa asin, tidak berasa asam, tidak payau, dan tidak pahit, harus bebas dari bahan kimia beracun.
        • Air tidak berbau seperti bau amis, anyir, busuk atau bau belerang.
          Air bersih yang sehat adalah air bersih yang tidak mengandung kuman penyakit seperti bakteri Entamoeba Coli yang menyebabkan Diare.
        • Air tersebut segar, artinya suhu  air tidak melebihi suhu udara luar.
      3. Manfaat menggunakan air bersih
        • Terhindar dari gangguan penyakit seperti Diare, Kolera Disentri, Thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan.
        • Masyarakat pengunjung di tempat kerja terpelihara kebersihan dirinya.
      4. Sumber air bersih
        • Mata air
        • Air sumur atau air sumur pompa
        • Air ledeng / perusahaan air minum
        • Air hujan
        • Air dalam kemasan
      5. Cara menjaga kebersihan sumber air bersih
        • Jarak letak sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter.
        • Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar.
        • Sumur gali, sumur pompa, kran umum harus dijaga bangunannya agar tidak rusak, seperti lantai sumur sebaiknya kedap air dan tidak boleh retak, bibir sumur harus diplester dan sumur sebaiknya diberi penutup.
        • Harus dijaga kebersihannya, seperti tidak ada genangan air disekitar sumber air dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air, tidak ada bercak-bercak kotoran, tidak berlumut, pada lantai/dinding sumur. Ember/gayung pengambil air harus tetap bersih dan tidak diletakkan di lantai (ember/gayung digantung di tiang sumur).
      6. Mengapa air bersih harus dimasak mendidih bila ingin diminum?
        Meski terlihat bersih, air belum tentu bebas kuman penyakit. Kuman penyakit dalam air mati pada suhu 100oC (saat mendidih)

    6. Memberantas jentik di tempat kerja.
      1. Alasan memberantas jentik di Tempat Kerja.
        TTempat kerja menjadi bebas jentik dan masyarakat di tempat kerja terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti Demam Berdarah, Malaria dan Kaki Gajah.
      2. Pengertian memberantas jentik di Tempat Kerja
        Memberantas jentik di tempat kerja adalah kegiatan memeriksa tempat-tempat penampungan air bersih yang ada di tempat kerja (bak mandi, tempat penampungan air bersih dll) apakah bebas dari jentik nyamuk atau tidak.
      3. Kegiatan memberantas jentik.
        • Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus Menghindari gigitan nyamuk).
        • PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit seperti Demam Berdarah, Demam Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah) di tempat-tempat perkembangbiakannya.

      4. 3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN
        yaitu:
        • Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, kolam, tatakan pot kembang, dll.
        • Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
        • Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas air kemasan, plastik kresek,dll).
        • Plus Menghindari gigitan nyamuk, yaitu :
          1. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, misalnya memakai obat nyamuk oles/diusap ke kulit, dll.
          2. Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai.
          3. Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak.
          4. Menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempat yang sulit dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air.
          5. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak penampung air, misalnya ikan cupang, ikan nila,dll.
          6. Menanam tumbuhan pengusir nyamuk misalnya, Zodia, Lavender, Rosemary dll.
      5. Manfaat Tempat Kerja Bebas Jentik
        • Populasi nyamuk menjadi terkendali sehingga penularan penyakit dengan perantara nyamuk dapat dicegah atau dikurangi.
        • Kemungkinan terhindar dari berbagai penyakit semakin besar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Chikungunya, atau Kaki Gajah.
        • Lingkungan Tempat Kerja menjadi bersih dan sehat.

      6. Cara Pemeriksaan Jentik Berkala
        • Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik.
        • Jika ditemukan jentik, warga Tempat Kerja dan masyarakat Tempat Kerja diminta untuk ikut menyaksikan/melihat jentik, kemudian langsung dilanjutkan dengan PSN melalui 3 M atau 3 M plus
        • Mencatat hasil pemeriksaan jentik.

    7. Menggunakan jamban.
      1. Pengertian jamban
        Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.
      2. Jenis jamban
        • Jamban cemplung
          Jamban yang penampungannya berupa lubang berfungsi menyimpan dan meresapkan cairan kotoran / tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke dasar lubang. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
        • Jamban tangki septik / leher angsa
          Jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki septik kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses
          penguraian / dekomposisi kotoran manusia yang dilengkapi dengan resapannya.
      3. Alasan harus menggunakan jamban
        • Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau.
        • Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya.
        • Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit Diare, Kolera, Disentri, Thypus, kecacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit dan keracunan.

      4. Syarat jamban sehat
        • Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter).
        • Tidak berbau.
        • Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
        • Tidak mencemari tanah disekitarnya.
        • Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
        • Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
        • Penerangan dan ventilasi cukup.
        • Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
        • Tersedia air, sabun dan alat pembersih.

      5. Cara memelihara jamban sehat
        • Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
        • Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih.
        • Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
        • Tidak ada serangga (kecoa, lalat) dan tikus yang berkeliaran.
        • Tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air bersih).
        • Bila ada kerusakan, segera diperbaiki.

      6. Menggunakan jamban dengan benar
        • Ada dua model jamban yaitu jamban jongkok dan duduk.
          Bila kita menggunakan jamban duduk jangan berjongkok karena kaki kita akan mengotori jamban apalagi bila kita memakai alas kaki. Perilaku kita sangat merugikan pengguna jamban berikutnya.
        • Buang air besar dan buang air kecil haruslah di jamban untuk mencegah penularan penyakit, karena tinja dan urine (air kencing) banyak mengandung kuman penyakit.
        • Menyiram hingga bersih setelah buang air besar atau buang air kecil.
        • Buanglah sampah ditempatnya, agar jamban tidak tersumbat dan penuh dengan sampah.
        • Penjaga jamban di tempat kerja harus mengawasi dan memastikan bahwa jamban yang tersedia selalu dalam keadaan bersih.

    8. Membuang sampah pada tempatnya.
      1. Alasan harus membuang sampah ditempatnya
        Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam. Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis
        yaitu :
        • Sampah anorganik/kering, yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami, contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, atau botol.
        • Sampah organik/basah, yang dapat mengalami pembusukan secara alami, contoh : sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah.
        • Sampah berbahaya, contoh : batere, botol racun nyamuk, atau jarum suntik bekas. Selain kotor, tidak sedap dipandang mata, sampah juga  mengundang kuman penyakit. Oleh karena itu sampah harus dibuang di tempat sampah.

      2. Akibat membuang sampah sembarangan
        • Sampah menjadi tempat berkembang biak dan sarang  serangga dan tikus.
        • Sampah menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara.
        • Sampah menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.
        • Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran.

      3. Pengelolaan Sampah
        Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memusnahkan atau memanfaatkannya.

        Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana sebagai berikut :

        • Penumpukan
          Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik. Metode penumpukan bersifat murah, sederhana, tetapi menimbulkan risiko karena berjangkitnya penyakit menular, menyebabkan pencemaran udara, terutama bau, sumber penyakit dan mencemari sumber-sumber air.
        • Pengkomposan
          Cara pengkomposan merupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi.
        • Pembakaran
          Metode ini dapat dilakukan hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis. Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menghindari pencemaran asap, bau dan kebakaran.
        • Sanitary Landfill
          Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang sangat luas.
        Dalam pemanfaatan sampah, sampah basah dapat dijadikan kompos dan makanan ternak, sampah kering dapat dipakai kembali dan di daur ulang seperti sampah kertas dapat didaur ulang.
        Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai.

        Material yang dapat didaur ulang :
        • Botol bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal.
        • Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis minyak.
        • Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.
        • Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll.
        • Plastik bekas wadah shampo, air mineral, jerigen, ember dll.
        • Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.

      4. Manfaat pengelolaan sampah
        • Menghemat sumber daya alam.
        • Menghemat energi.
        • Mengurangi uang belanja.
        • Menghemat lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
        • Lingkungan asri (bersih,sehat dan nyaman).
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Harap Tinggalkan Komentar Untuk Membantu Kami Mengembangkan Blog Ini....